Thursday, April 1, 2010
When I was young and free my imagination had no limits, I dreamed of changing the world. As I grew older and wiser, I discover the world would not change, so I shortened my sights somewhat and decided to change only my country. But, it too, seemed immovable. As I grew in my twilight years, in one last desperate attempt, I settled for changing only my family, those closest to me, but alas, they would have none of it. And now as I lie on my deathbed, I suddenly realised: If I had only changed my self first, then by example I would have changed my family. From their inspiration and encouragement, I would then have been able to better my country and, who knows, I may have changed the world.
Crypts of Westminster Abbey.
Wednesday, March 31, 2010
Cerita Dari Sebuah Rumah Panjang
luas terbentang melingkar hutan rimba
kita bercucuk tanam seada mungkin
hidup kita senang rimba adalah segala-gala.
Jalur-jalur kemusnahan tiba-tiba mengasyikkan
kita terpesona seketika dengan nyanyian rindu
rezeki datang melimpah rumah panjang kita
wajah bertukar gagah belantara hampir musnah
kehidupan masih jauh dan sengsara menjelma.
Katanya ini tanah kita untuk diperhitungkan
tanah adat moyang dipusaka dengan darah
hak harus dipertahan kerana tamadun meyeksakan
biar hutan kembali merangkul kita
dengan nyanyian rindu mempesona angkasa
dan langit akan turun dengan hujan-hujan
kita kembali bercucuk tanam seada mungkin.
Dan jalur-jalur persengketaan tiba-tiba menghukumkan
katanya tanah moyang bukan hak-hak
tamadun haruslah dibangunkan
kemajuan adalah hak penghuni rumah panjang
hutan yang subur menjadi sebuah ladang
dan menjangkau kaki horizon dan puncak gunung
ombak datang seakan membisikkan
pantaimu akan kuhempas ketika ribut ini
katanya hujan tidak pernah pulang
untuk kembali membasahi rumah panjang kita.
miri
23.8.93
Sunday, March 7, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)



